"Anger is the real destroyer of our good human qualities; an enemy with a weapon cannot destroy these qualities, but anger can. Anger is our real enemy."
Rabu, 20 Februari 2008
Kamis, 14 Februari 2008
Filsafat Budha
"Orang harus punya keberanian dan sikap hidup yang rajin, sehingga dia akan mendapatkan kesuksesan. Orang yang terus menerus kacau hidupnya, berkutat dalam kemurungan, pasti akan menemukan kegagalan dalam hidupnya "
"Orang terhormat memperhatikan 8 hal : 1. Kalau melihat, memastikan diri apakah ia telah melihat dengan jelas. 2. Kalau mendengar, memastikan diri apakah ia telah mendengar dengan benar. 3. Kalau berekspresi, memastikan diri apakah ia mencerminkan kelembutan. 4. Dalam penampilan serta tingkah laku, memastikan apakah ia bersikap benar atau pantas. 5. Kalau bicara, memastikan ia tulus. 6. Kalau bekerja, memastikan diri apakah ia telah mencari nasihat. 7. Kalau marah, memastikan diri apakah ia telah mempertimbangkan ganjaran-ganjarannya. 8. Kalau mungkin memperoleh keuntungan, memastikan diri apakah itu adil "
"Janganlah kita terlalu prihatin kalau orang lain tidak mengakui kemampuan kita, hendaknya kita memeriksa apakah kita sungguh kompeten "
Senin, 11 Februari 2008
Cerita Budha : "Tidak ada Jaminan" Setetes Dhamma Sebongkah Berlian
Para bhikkhu, ada empat hal yang tidak adajaminannya, entah dari petapa, brahmana, dewa atauMara atau Brahma, atau siapa pun lainnya di dunia ini.Apakah yang empat itu?Bahwa apa yang dapat mengalami kelapukan tidak akanlapuk; bahwa apa yang dapat mengalami penyakit tidakakan jatuh sakit; bahwa apa yang dapat mengalamikematian tidak akan mati; dan bahwa tidak ada buahyang muncul dari tindakan jahat orang itu sendiri,yang mengotori, yang menyebabkan kelahiran ulang, yangmenakutkan, yang memberikan akibat yang menyakitkan,yang membawa menuju tumimbal lahir, kelapukan dankematian.Terhadap empat hal ini tidak ada jaminan, entah daripetapa, brahmana, dewa atau Mara atau Brahma, atausiapa pun lainnya di dunia ini .
Filsafat Budha
“Mengasihi seseorang artinya mendorongnya agar menjadi rajin. Setia kepada seseorang artinya selalu membimbingnya”
“Menyukai kebaikan hati tanpa menyukai belajar bisa mengakibatkan ketidakpedulian, menyukai keterusterangan tanpa menyukai belajar bisa mengakibatkan salah arah, menyukai kejujuran tanpa menyukai belajar bisa mengakibatkan kejahatan, menyukai ketulusan tanpa menyukai belajar bisa menjadi gegabah, menyukai keberanian tanpa menyukai belajar bisa mengakibatkan kemalangan, menyukai kehebatan tanpa menyukai belajar bisa mengakibatkan kelancangan”
“Menyukai kebaikan hati tanpa menyukai belajar bisa mengakibatkan ketidakpedulian, menyukai keterusterangan tanpa menyukai belajar bisa mengakibatkan salah arah, menyukai kejujuran tanpa menyukai belajar bisa mengakibatkan kejahatan, menyukai ketulusan tanpa menyukai belajar bisa menjadi gegabah, menyukai keberanian tanpa menyukai belajar bisa mengakibatkan kemalangan, menyukai kehebatan tanpa menyukai belajar bisa mengakibatkan kelancangan”
Minggu, 03 Februari 2008
"Rasa Takut Akan Kematian" Setetes Dhamma Sebongkah Berlian
Pada suatu, ketika brahmana Janussoni mendekati SangBuddha dan menyapa Beliau demikian:"Tuan Gotama, saya mempertahankan dan memegang pandangan bahwa tidak ada orang yang tidak takut akankematian, yang tidak gentar akan kematian.""Brahmana, memang ada orang yang takut akan kematian,yang gentar akan kematian. Tetapi juga ada orang yangtidak takut akan kematian, yang tidak gentar akankematian. Dan siapakah orang yang takut akan kematiandan siapakah yang tidak takut akan kematian?"Brahmana, ada orang yang tidak bebas dari nafsukesenangan indera, tidak bebas dari nafsu dan cintaterhadap kesenangan-kesenangan indera, tidak bebasdari kehausan dan kerinduan mengejarnya, tidak bebasdari nafsu keinginan terhadap kesenangan-kesenanganindera. Lalu ada penyakit serius yang menimpa dia.Karena terserang penyakit serius, dia berpikir: 'Oh,kesenangan-kesenangan indera tercinta ini akanmeninggalkan aku, dan aku terpaksa meninggalkanmereka!' Oleh karenanya dia bersedih hati, meratap,meraung-raung, menangis memukuli dadanya dan menjadikacau. Orang inilah yang takut akan kematian, yanggentar akan kematian."Selanjutnya, brahmana, ada orang yang tidak bebasdari nafsu terhadap tubuh ini, tidak bebas dari nafsudan cinta terhadap tubuh ini, tidak bebas darikehausan dan kerinduan terhadapnya, tidak bebas darinafsu keinginan terhadap tubuh. Lalu ada penyakitserius yang menimpa dia. Karena terserang penyakitserius, dia berpikir: 'Oh, tubuh tercinta ini akanmeninggalkan aku, dan aku terpaksa meninggalkannya.'Oleh karenanya dia bersedih hati ... dan menjadikacau. Orang inilah juga yang takut akan kematian,yang gentar akan kematian."Selanjutnya, brahmana, ada orang yang belum melakukanapa pun yang bajik dan bermanfaat, yang belum membuatperlindungan bagi dirinya sendiri; tetapi dia telahmelakukan apa yang jahat, kejam dan buruk. Lalu adapenyakit serius yang menimpa dia. Karena terserangpenyakit serius, dia berpikir: 'Oh, aku belummelakukan apa pun yang bajik dan bermanfaat, aku belummembuat perlindungan bagi diriku sendiri; tetapi akutelah melakukan apa yang jahat, kejam dan buruk. Darisini aku akan pergi ke tempat bagi mereka yangmelakukan tindakan-tindakan semacam itu.' Olehkarenanya dia bersedih hati ... dan menjadi kacau.Orang inilah juga yang takut akan kematian, yanggentar akan kematian."Selanjutnya, brahmana, ada orang yang memilikikeraguan dan kebingungan tentang Dhamma yang baik danbelum sampai pada kepastian di dalamnya. Lalu adapenyakit serius yang menimpanya. Karena terserangpenyakit serius, dia berpikir: `Oh, aku penuh keraguandan kebingungan tentang Dhamma yang baik dan belumsampai pada kepastian di dalamnya!' Oleh karenanya diabersedih hati, meratap, meraung-raung, menangismemukuli dadanya dan menjadi kacau. Orang inilah jugayang takut akan kematian, yang gentar akan kematian."Brahmana, inilah empat jenis manusia yang takut akankematian dan yang gentar akan kematian."Tetapi brahmana, siapakah orang yang tidak takut akankematian?"Brahmana, ada orang yang bebas dari nafsu terhadap kesenangan indera, bebas dari nafsu dan cintaterhadapnya, bebas dari kehausan dan kerinduanmengejarnya, bebas dari nafsu keinginan terhadapkesenangan-kesenangan indera. Bila ada penyakit seriusyang menimpanya, tidak ada buah-pikir semacam iniyang datang kepadanya: 'Oh, kesenangan-kesenanganindera tercinta ini akan meninggalkan aku, dan akuterpaksa meninggalkan mereka!' Oleh karenanya diatidak bersedih hati, meratap, meraung-raung, menangismemukuli dadanya atau menjadi kacau. Orang inilah yangtidak takut akan kematian, yang tidak gentar akankematian."Selanjutnya, brahmana, ada orang yang bebas darinafsu terhadap tubuh ini ... Bila ada penyakit seriusmenimpanya, tidak ada pemikiran semacam ini yangdatang padanya: 'Oh, tubuh tercinta ini akanmeninggalkan aku, dan aku terpaksa meninggalkannya.'Oleh karenanya dia tidak bersedih hati ... ataumenjadi kacau. Orang inilah juga yang tidak takut akankematian, yang tidak gentar akan kematian."Selanjutnya, brahmana, ada juga orang yang tidakmelakukan apa pun yang jahat, kejam atau buruk,tetapi telah melakukan apa yang bajik dan bermanfaat,yang telah membuat perlindungan bagi dirinya sendiri.Bila ada penyakit serius yang menimpanya, pemikiranini datang kepadanya: "Aku tidak melakukan apa punyang jahat, kejam atau buruk, tetapi telah melakukanapa yang bajik dan bermanfaat, aku telah membuatperlindungan bagi diriku sendiri. Dari sini aku akanpergi menuju tempat bagi mereka yang melakukantindakan-tindakan semacam itu." Oleh karenanya diatidak bersedih hati ... atau menjadi kacau. Oranginilah juga yang tidak takut akan kematian, yang tidakgentar akan kematian."Selanjutnya, brahmana, ada orang yang tidak memilikikeraguan dan kebingungan tentang Dhamma yang baik dantelah memperoleh kepastian di dalamnya. Bila adapenyakit serius yang menimpanya, pemikiran ini datangkepadanya: "Aku bebas dari keraguan dan kebingungantentang Dhamma yang baik dan telah memperolehkepastian di dalamnya." Oleh karenanya dia tidakbersedih hati, meratap, meraung-raung, menangismemukuli dadanya atau menjadi kacau. Orang inilah jugayang tidak takut akan kematian, yang tidak gentar akankematian."Inilah, brahmana, empat jenis manusia yang tidaktakut akan kematian dan tidak gentar akan kematian."Luar biasa, Guru Gotama! ... Biarlah Guru Gotamamenerimaku sebagai pengikut awam yang telah pergiberlindung sejak hari ini sampai akhir hayat."Rasa Takut Akan Kematian(IV, 184)Angguttara Nikaya
KAU TAK AKAN TAHU
Alkisah di suatu negeri burung, tinggallah bermacam-macam keluargaburung. Mulai dari yang kecil hingga yang besar. Mulai dari yang bersuaralembut hingga yang bersuara menggelegar. Mereka tinggal di suatu pulau nunjauh di balik bukit pegunungan.Sebenarnya selain jenis burung masih ada hewan lain yang hidup di sana.Namun sesuai namanya negeri burung, yang berkuasa dari kelompok burung.Semua jenis burung ganas, seperti, burung pemakan bangkai, burung Kondor,burung elang dan rajawali adalah para penjaga yang bertugas melindungi danmenjaga keselamatan penghung negeri burung.Burung-burung kecil bersuara merdu, bertugas sebagai penghibur. Kicaumereka selalu terdengar sepanjang hari, selaras dengan desau angin dangesekan daun. Burung-burung berbulu warna warni, pemberi keindahan.Mereka bertugas bekeliling negri melebarkan sayapnya, agar warna-warnibulunya terlihat semua penghuni. Keindahan warnanya menimbulkan kegembiraan.Dan rasa gembira bisa menular bagai virus, sehingga semua penghuni merasasenang.Pada suatu ketika, seekor induk elang tengah mengerami telur-telurnya.Setiap pagi elang jantan datang membawa makanan untuk induk elang. Akhirnya,di satu pagi musim dingin telur-telur mulai menetas. Ada 3 anak elang yangnampak kuat berdiri. Dua anak elang hanya mampu mengeluarkan kepalanya daricangkang telur harus berakhir dalam paruh sang ayah.Dengan tangkas, elang jantan mengoyak cangkang telur lalu mematuk-matukcalon anak yang tak jadi. Perlahan-lahan sang induk memberikanpotongan-potongan tubuh anaknya ke dalam paruh mungil anak-anak elang.Kejam...? Ini hanya masalah kepraktisan. Untuk apa terbang dan mencari makanjauh-jauh jika ada daging bangkai di dalam sarang. Sebagai hewan, elanghanya mempunyai naluri dan akal tanpa nurani. Inilah yang membedakan manusiadan hewan.Waktu berjalan terus, hari berganti hari. Anak-anak elang yang berbentukjelek karena tak berbulu, kini mulai menampakkan keasliannya. Bulu-buluhalus mulai menutupi daging di tubuh masing-masing. Kaki kecil anak-anakelang sudah mampu berdiri tegak. Walau kedua sayapnya belum tumbuh sempurna.Induk elang dan elang jantan, bergantian menjaga sarang. Memastikan takada ular yang mengincar anak-anak elang dan memastikan anak-anak elang takjatuh dari sarang yang berada di ketinggian pohon.Suatu pagi, saat induk elang akan mencari makan dan bergantian denganelang jantan menjaga sarang. Salah seekor anak elang bertanya:"Kapankah aku bisa terbang seperti ayah dan ibu?"Induk elang dan elang jantan tersenyum, bertukar pandang lalu elangjantan berkata: "Waktunya akan tiba, anakku. Jadi sebelum waktu itu tiba,makanlah yang banyak dan pastikan tubuhmu sehat serta kuat". Usai sang elangjantan berkata, induk elang merentangkan sayapnya lalu mengepakkankuat-kuat.Hanya dalam hitungan yang cepat, induk elang tampak menjauhi sarang.Terlihat bagai sebilah papan berawarna coklat melayang di awan. Anak-anakelang, masuk di bawah sayap elang jantan. Mencari kehangatan kasih sangjantan.Waktu berjalan terus, musim telah berganti dari musim dingin ke musimsemi. Seluruh permukaan pulau mulai menampakan warna-warni dedaunan. Bahkansinar mentari memberi sentuhan warna yang indah.Anak-anak elang pun sudah semakin besar dan sayapnya mulai ditumbuhibulu-bulu kasar. Suatu ketika seeor anak elang berdiri di tepi sarang,ketika ada angin kencang, kakinya tak kuat mencengkram tepi sarang sehinggaia meluncur ke bawah. Induk elang langsung merentangkan sayang dan mendekatisang anak seraya berkata: "Rentangkan dan kepakan sayapmu kuat-kuat!"Tapi rasa takut dan panik menguasai si anak elang karenanya ia takmendengar apa yang dikatakan ibunya. Elang jantan menukik cepat dari jauhdan membiarkan sayapnya terentang tepat sebelum si anak mendarat di tanah.Sayap elang jantan menjadi alas pendaratan darurat si anak elang.Si anak elang yang masih diliputi rasa panik dan takut tak mampubergerak. Tubuhnya bergetar hebat. Induk elang, dengan kasih memeluk sanganak. Menyelipkan di bawah sayapnya dan memberikan kehangatan. Sesudah sianak tenang dan tak gemetar, induk elang dan elang jantan membawa si anakkembali ke sarang.Peristiwa itu menimbulkan rasa trauma pada si anak elang. Jangankanberlatih terbang dengan merentangkan dan mengepakkan sayap. Berdiri di tepisarang saja ia sangat takut. Kedua saudaranya sudah mulai terbang dalamjarak pendek. Hal pertama yang diajarkan induk dan elang dan elang jantanadalah berusaha agar tidak mendarat keras di dataran.Lama berselang setelah melihat e dua saudaranya berlatih, si elang yangpernah jatuh bertanya pada ibunya:"Adakah jaminan aku tidak akan jatuh lagi?""Selama aku dan ayahmu ada, kamilah jaminanmu!" jawab si induk elangdengan penuh kasih."Tapi aku takut!' ujar si anak"Kami tahu, karenanya kami ta memaksa." Jawab si induk elang lagi."Lalu apa yang harus kulakukan agar aku beraai?" tanya si anak"Untuk berani, kamu harus menghilangkan rasa takut!""Bagaimana caranya?""Percayalah pada kami!" Ujar elang jantan yang tiba-tiba sudah berada ditepi sarang.Si anak diam dan hanya memandang jauh ke tengah lautan. Tiba-tiba sianak elang bertanya lagi."Menurut ibu dan ayah, apakah aku mampu terbang keseberang lautan?"Dengan tenang si elang jantan berkata: "Anakku kalau kau tak pernahmerentangkan dan mengepakkan sayapmu, kami tidak pernah tahu, apakah kamumampu atau tidak. Karena yang tahu hanya dirimu sendiri!"Lalu si induk elang menambahkan: "Mulailah dari sekarang, karena langkahkecilmu akan menjadi awal perubahan hidupmu. Semua perubahan di mulai darilangkah awal, anakku!"Si anak elang diam tertegun, memandang takjub pada induk elang dan elangjantan. Kini ia sadar, tak ada yang tahu kemampuan dirinya selain dirinyasendiri. Kedua orang tuanya hanya memberikan jaminan mereka ada dan selaluada, jika si anak memerlukan.Didorong rasa bahagia akan cinta kasih orang tuanya, si elang kecilberjanji akan berlatih dan mencoba. Ketika akhirnya ia menggantikan elangjantan menjadi pemimpin keselamatan para penghuni negeri burung, makatahulah ia, bahwa kesuksesan yang diraihnya adalah di mulai saat tekadterbangun untuk melangkah. Sukses itu tak pernah ada kalau hanya sebatastekad. Tapi tekad itu harus diwujudan dengan tindakan nyata walau di mulaidari langkah yang kecil.Mulailah rentangkan dan kepakkan sayap kemampuanmu, maka dunia adadigenggamanmu! (Senyum_ibu, 14 Des 2006)
"memancarkan cinta kasih" Setetes Dhamma Sebongkah Berlian
Dan bagaimanakah seseorang memancarkan pikirannyayang penuh dengan cinta kasih? Bagaikan seseorang akanmenyayangi orang yang patut disayangi danmenyenangkan, seperti itulah seseorang memancarkancinta kasihnya kepada semua makhluk. Dan tentang halini, apakah cinta kasih itu? Cinta kasih ialah sesuatuyang berwujud cinta kasih, tindakan cinta kasih,keadaan cinta kasih, cinta kasih yang terbebas darikeinginan jahat.Dan bagaimanakah seseorang memancarkan pikiran nyayang penuh dengan welas asih? Bagaikan seseorang akantimbul perasaan welas asih kepada orang yang sengsaraatau malang, seperti itulah seseorang memancarkanperasaan welas asihnya kepada semua makhluk. Dantentang hal ini, apakah welas asih itu? Welas asihialah sesuatu yang berwujud welas asih, tindakanmengasihani, keadaan mengasihani, welas asih yangterbebas dari kekejaman.Dan bagaimanakah seseorang memancarkan pikirannyayang penuh dengan simpati? Bagaikan seseorang akanmerasa bersukacita bagi orang yang cakap danmenyenangkan, seperti itulah seseorang memancarkansimpatinya kepada semua makhluk. Dan tentang hal ini,apakah simpati itu? Simpati ialah sesuatu yangberwujud simpati, tindakan bersimpati, keadaanbersimpati, simpati yang terbebas dari iri hati.Dan bagaimanakah seseorang memancarkan pikirannyayang penuh dengan keseimbangan batin? Bagaikanseseorang akan merasa seimbang batinnya terhadap orangyang tidak menyenangkan dan tidak pula takmenyenangkan, seperti itulah seseorang memancarkankeseimbangan batinnya kepada semua makhluk. Dantentang hal ini, apakah keseimbangan batin itu?Keseimbangan batin ialah sesuatu yang berwujudkeseimbangan batin, tindakan keseimbangan batin,keadaan keseimbangan batin, keseimbangan batin yangterbebas dari goncangan.VIBHANGA
Langganan:
Postingan (Atom)
